Wednesday, February 22, 2017

"Menjadi Seutuhnya"


Pernah gak sih ngerasain kondisi dimana kita benar-benar berada di posisi terburuk dan terpuruk dalam hidup kita? Saya secara pribadi sih pernah dan kalau teman-teman ada yang pernah tapi lagi baca artikel ini sambil senyum, artinya sudah berhasil move on dari masa itu. 👏👏



Quote yang satu ini saya dapat di akhir dari chapter 1 dalam buku favorit saya "Chicken Soup for the Soul - Time to Thrive" yang berisi tentang 101 cerita inspirasi mengenai bertumbuh, kedamaian dan mimpi.

Di chapter pertama ini mengisahkan seorang wanita bernama Jenni yang mengalami kegagalan dalam rumah tangga nya karena suaminya yang begitu mengekang hidupnya dan suka mabuk-mabukan. Awalnya dia berfikir bahwa setelah menikah hidupnya akan sempurna dan bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Tetapi apa yang dialaminya setelah pernikahan berada di luar ekspektasi nya yang begitu tinggi terhadap suaminya. Saya juga sering sekali menaruh harapan yang tinggi dari orang disekitar saya secara sadar maupun gak sadar. Mungkin ini salah satu dari ke-manusiawian kita yaa.. 😚😚

Karena harapan yang terlalu tinggi terhadap suaminya berujung pada kekecewaan, Jenni berada dalam masa terpuruk yang membuat dia benar-benar hancur. Dan dari kejadian ini dia belajar bahwa untuk menjadi complete itu gak harus setelah memiliki pasangan. Tentu, kita semua membutuhkan pasangan hidup nantinya. Tetapi itu bukan menjadi acuan bahwa sejak saat itulah kita akan bahagia. Kita dapat memulainya kapan saja kita mau kok guys.. termasuk setelah baca artikel ini misalnya,,, 😛💪

Keterpurukannya membuat Jenni menjadi pribadi yang lebih baik setelah berjuang untuk bangkit dengan berbagai therapy, mengunjungi kelompok sosial dan dukungan keluarganya. Dan sejak saat itu dia berjanji dalam diri sendiri bahwa masalah atau rintangan apapun yang nantinya akan dihadapi kedepannya, dia akan tetap berkomitment untuk menyenangkan dirinya sendiri.

Kita sebagai manusia biasa juga pasti masing-masing memiliki masalah dalam hidup kita. Tetapi yang menjadi penentu kita tetap bahagia atau tidak dalam melanjutkan hidup kita adalah kita sendiri. Bagaimana kita menjadikan setiap masalah yang ada di hadapan kita adalah sebuah proses untuk menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi sebagai manusia. Menjadi diri kita sendiri dan seutuhnya dalam menghadapi setiap masalah akan membuat kita lebih jujur terhadap kenyataan dan semakin mengandalkan Tuhan ketika kita merasa sudah tidak mampu setelah semua usaha.

So stay strong and be happy as always yaa guys,,!

God with us!

4 comments:

  1. we are the creator of our happiness, even for everyone we meet. be the light! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. amennn... thank you for open my blog and leave a nice word as well, God Bless!

      Delete